Kue Rangi masih Disukai Warga Pinggiran PWI

NIAT News- Usaha dalam bidang kuliner boleh dibilang tak pernah mati. Inovasi makanan dan produk instant semakin menjamur di kalangan masyarakat. Alhasil, produksi dan penjualan makanan tradisional seolah semakin menurun. Namun, salah satu makanan tradisional Betawi, Kue Rangi, masih dapat dijumpai jika anda melintasi pinggiran PWI, Perumahan Cipinang Indah, dan Pasar Ciplak, Kebon Nanas, Jakarta Timur. 

Kue Rangi adalah kue Tradisional

Kue Rangi adalah kue Tradisional

Adalah Bapak Andri (35) yang sudah memasuki satu setengah tahun menjajakan Kue Rangi buatannya di wilayah-wilayah tersebut. Bapak asal Tasikmalaya ini mengaku kue yang terbuat dari campuran kelapa parut dan tepung sagu yang disajikan dengan saus gula merah kental ini masih sangat sulit ditemukan di lokasi tempat ia berjualan keliling. Akhirnya, bapak 2 anak ini berinisiatif menjual Kue Rangi selain karena faktor modal pembuatannya yang relatif lebih murah dibandingkan modal Es Doger dan Cilok yang dulu pernah dilakoninya .

Ia menuturkan “Kalau untuk modal jualan Kue Rangi satu hari lima puluh ribu. Kalau jualan Es Doger, modalnya lebih mahal, sekitar seratus ribuan.” (TP)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s