Bapak Ahmad: Dari Broker sampai Pengusaha Mandiri

JAKARTA, NIAT News – Cipinang Bali Rt. 08/ 09, Kalimalang dikenal sebagai daerah distribusi sekaligus pemasok ayam terbesar di Kecamatan Makasar, Jakarta Timur. Setiap hari, kurang lebih 50 mobil pick up berisi ayam-ayam siap di distribusikan ke berbagai tempat.

Ahmad (28), salah satu pengusaha ayam mengaku sudah terjun dalam bisnis unggas ini sejak tahun 2000. “Pada awalnya saya hanya nekat ikut sebagai broker (penyalur ayam dari pemasPengusaha Ayam - NIAT Newsok ke pembeli-red) lalu saya membuka usaha ini dengan modal nekat”, ungkapnya.

Lelaki kelahiran 1985 ini mengaku membeli 3.500 ekor ayam dari peternak di Pondok Gede, Sukabumi, dan Kranggan setiap hari. Kemudian, ayam-ayam tersebut dijual ke Pasar Kramat Jati, Pasar Minggu, Pasar Jatinegara, dan Pasar Mester Klender dalam keadaan hidup atau sudah mati.  Sementara itu, ayam-ayam yang belum terjual dimasukkan ke kandang-kandang yang sudah disediakan.

Dengan bantuan delapan pegawai, Bapak Ahmad menjual ayam-ayam tersebut dengan harga Rp.22.000/ekor – lengkap dengan jeroan (ati, ampela dan usus). Harga tersebut sudah tergolong murah dibanding harga ayam pada umumnya – Rp.25.000/ekor tanpa jeroan. Alhasil, ayam-ayam milik Bapak Ahmad lebih diminati di pasaran.

Setiap hari, pengusahan denga modal nekat ini berhasil mengantongi keuntungan hingga 77.000.000. Hasil jerih payah tersebut digunakan untuk membayar gaji para pegawainya, membeli bensin kendaraan dan menghidupi keluarga. (PL)

One thought on “Bapak Ahmad: Dari Broker sampai Pengusaha Mandiri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s