Apa Dampak Game Online bagi Anak-Anak?

Jakarta, NIAT News – Permainan dan anak-anak memang dua hal yang sulit dipisahkan. Bagi anak-anak, permainan adalah dunia mereka. Oleh sebab itu, ragam permainan sangat mempengaruhi psikologi anak.

Dampak Game Online

Di era digital saat ini, perkembangan teknologi yang semakin pesat mendorong revolusi permainan anak-anak. Jika dulu permainan anak-anak identik dengan gerak fisik dan lahan yang luas, maka saat ini hal semacam itu sudah tidak diperlukan- terutama bagi anak-anak di kota-kota besar. Kini, hanya dengan komputer dan koneksi internet, anak-anak bisa bermain dengan asik di dalam ruangan kecil bahkan tanpa teman. Di masa inilah, Game Online memenangkan dunia anak. Lalu, apa dampak Game Online bagi anak-anak?

Saat ini, para orang tua mengaku khawatir terhadap pengaruh Game Online. Anak-anak dinilai mulai kecanduan pada permainan serba digital tersebut. Sebut saja Dika (12) – (bukan nama sebenarnya-red) mengaku menghabiskan waktu 1-2 jam bermain Game Online setiap hari, “ Aku suka aja main game online, soalnya seru dan menarik “, kata Dika.

Di samping itu, Game Online secara perlahan mengikis kecintaan anak terhadap permainan tradisional. Dika mengaku jarang bermain permainan tradisional karena teman-temannya tak pernah lagi memainkan permainan tradisional.  “Sekarang udah jarang main  mainan begitu (permainan tradisonal -red), soalnya temen – temen gak ada yang main itu (permainan tradisional-red)“, tuturnya.

Kejayaan permainan tradisional di masa lalu tenggelam dengan kemudahan mengakses Game Online. Dengan biaya Rp.2.000/jam, Dika dan teman-temannya bisa bermain dengan puas.

Pihak Pengusaha Warnet (Warung Internet – red) mengaku sudah menerapkan aturan bahwa anak – anak usia pelajar boleh bermain Game Online (hanya) diatas Pkl.12.00 Wib. Hal tersebut untuk candu Game Online sekaligus mengantisipasi absensi sekolah yang khawatirkan semakin tinggi. Namun, kebijakan tersebut dirasa kurang efektif karena anak-anak kemudian menghabiskan waktu hingga larut malam di Warnet.

Candu Game Online rupanya telah menjadi perhatian serius para psikolog dunia. Menurut Penelitian para psikolog yang tergabung dalam American Medical Associations (AMA), kecanduan Game Online disebabkan oleh pelepasan zat NeurochemicalDopamine pada otak anak-anak saat memainkan Game tersebut. Pelepasan tersebut menimbulkan perasaan senang dan nyaman. Dalam situasi umum, Dopamine bekerja dengan efektif saat saat seseorang mendengarkan musik harmonis, menikmati makanan yang lezat,  dan menonton film favorit.

Disamping itu, temuan seorang Professor dari Nottingham Trent University, Inggris mengenai candu Game Online perlu mendapat perhatian. 12% dari 7.000 Pemain Game Online dipastikan akan kecanduan. Candu tersebut ternyata berdampak serius pada  diri anak-anak. Ada tiga dampak dari kecanduan Game Online menurut WHO (World Health Organization): Menarik diri dari lingkungan, mudah kehilangan kendali, dan tidak peduli dengan kegiatan lain di sekitarnya.

Lalu siapa yang bertanggung jawab mengantisipasi dampak negatif tersebut?

1. Orang Tua: Orang tua sebaiknya membangun komunikasi yang baik dengan anak, sehingga anak merasa betah dan nyaman berada dirumah.

2. Sekolah: Sekolah sebaiknya menghimbau anak – anak tentang dampak dari Kecanduan Game Online. Selain itu, anak-anak perlu diperkenalkan dengan permainan tradisional.

3. Pengusaha Warnet: Pengusaha Warnet sepatutnya membatasi waktu penggunaan komputer – Game Online untuk usia anak-anak. (SA)

One thought on “Apa Dampak Game Online bagi Anak-Anak?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s